❝ We tell ourselves stories in order to live ❞

Sunday, 12 February 2017 @ 14:59 0 comment[s]


full team doing gaya rahma


Tulungagung, 12 Februari 2017
Hi ma,
Selamat pagi. Hari ini kami menghabiskan 7 jam perjalanan dari jember ke tulungagung untuk memenuhi janji mengunjungimu full team ber8. Selain itu, kami semua juga rindu kamu ma.


Ma, kamu seneng gak kita semua mengunjungimu? Menemui ayah, ibu dan saudara saudaramu. Kedua orang tuamu tenang sekali ketika melihat kedatangan kami. Namun tentu saja raut kehilangan masih tergambar jelas dalam diri meraka, kehilangan bungsu yang paling disayang memang tak semudah itu. Tapi beliau tidak menunjukan itu kepada kami ma, beliau tabah sekali. Kami hampir dibuat malu karena secengeng itu.

Makammu hari ini basah karena pagi ini Tulungagung sedikit hujan, karenanya pula kami jadi sedikit telat mengunjungimu dari waktu yang di perkirakan. Aku rasa tadi pagi kamu sedang bersama kami ya ma. Karena di depan makammu, tangis kami semua pecah secara bersamaan. Hanya panji dan raly yang terlihat menahan untuk tak ikut membuncahkan emosi mereka.

Kamu tau ma, aku tak tega melihat agam hari ini. Seseorang yang kamu sayang menangis tak tertahankan. Entah ma, mungkin karena aku tak pernah melihat ia seemosional ini. Ma, terkadang aku iri denganmu bisa disayangi sedemikian hebat olehnya. Tapi juga tak bisa aku pungkiri jika mengagumi hubungan kalian yang sederhana. Aku tak menyangka kalian akan berpisah sedemikian rupa. Seperti yang sering kali kamu katakan, sejatinya manusia tidak akan tahu takdir apa yang ada di depan mereka.

Dan sekarang kami pamit pulang dulu ya ma, kami harus kembali untuk menyelesaikan tugas kami di kota perantauan. Lain kali kami ber8 pasti akan mengunjungimu lagi. Entah kapan kita belum tahu pasti. Doakan kita ya ma untuk selalu kompak dan saling menguatkan. Kami menyayangimu.

Selamat jalan Rahma.

Linda

Labels: ,



(( COMMENT HERE ))
Saturday, 11 February 2017 @ 14:22 1 comment[s]


Jember, 11 Februari 2017

Halo Lian,

Aku merasa asing sekali memanggilmu Lian di surat ini, karena hasutan si Johan aku lebih sering memanggilmu "ibuk". Jadi salahkan saja dia untuk penyebutan yang tidak lazim ini. Aku akan memikirkan panggilan lain untukmu lain kali.

Sebenarnya, aku agak kebingungan ketika menulis surat ini. Aku harus menulis apa? Karena aku belum mengenalmu sedekat itu. Tapi Lian yang aku tahu beberapa bulan ini adalah Lian yang sebening kuah soto ayu, tak usah kecap, jeruk, sambal sudah nikmat. Seperti itupun kamu, apa adanya tak perlu apapun sudah sangat menarik banyak mata. Semakin lama, aku lebih mengenalmu dengan baik. Lian yang selalu bersemangat, terlihat lugas dan tegas walaupun sebenarnya tak ada yang tau hatimu serapuh apa.

Aku rasa kita berdua beberapa kali berada di posisi yang sama. Sedang berusaha menyelesaikan TA kita. Sering juga koalisi untuk membalas twit Fai yang super menyebalkan itu. Dan sepertinya, kita juga sedang berusaha untuk belajar mengikhlaskan sesuatu yang sudah pergi. As i know, you're never play victim when dealing with your past. Even, you never make yourself look pitiful.  You just carry your problem by yourself. You're sure a tough and independent girl that i look at. For that matter, i love being around with you to learn how to stand up for myself like you did.

Terimakasih sudah mau berteman denganku ya Lian, juga sudah pernah mau mendengarkan sedikit ceritaku tentang seseorang. Semoga kamu bisa jadi scriptwriter sukses di hari yang akan datang. Untuk saat ini semoga kita berdua lulus dari kampus ini, secepatnya.

Adios
Linda

Labels: ,



(( COMMENT HERE ))
Friday, 10 February 2017 @ 16:52 0 comment[s]




Jember, 10 Februari 2017

Selamat sore mas Galang.
Sudah dua tahun berlalu sejak surat yang terakhir aku kirimkan kepadamu. Jadi bagaimana mas? apa mas Galang masih bingung dengan surat-suratku? Aku tau mas Galang pasti masih tak mengerti, masih menaikkan alismu ketika membaca suratku yang kedua ini. Biar aku jelaskan sekali lagi mas, tahun ini aku menulis surat ini untuk mengucapkan terima kasih karena sudah menjadi "omo" yang baik buat aku dan teman-teman.

Pertama, biar kan aku mengucapkan selamat kelulusanmu bulan lalu karea aku tak bisa datang ke acara wisudamu. Akhirnya kamu tidak jadi menghabiskan waktu di kampus selama 7 tahun. Sebenarnya aku lebih suka mas Galang berlama-lama di kampus, menghabiskan waktu bersama kami, lulus bersama kami juga tak apa. Tapi itu namanya egois kan mas. Aku ingin mas Galang cepat keluar kampus ini, agar segera berpetualang ke kampus yang baru, tentu saja untuk menempuh pendidikan Master of Linguistics. Aku yakin jika itu mas Galang pasti semua kajian ilmu itu dapat ditaklukan dengan baik. Mas Galang kan "omo" kami yang super, calon professor linguistics dambaan para mahasiswa. hhehe 

Ah iya, cepat sembuh juga mas, kata mas Rizal minggu lalu kamu terserang penyakit tifus hingga menunda untuk kembali ke kampung halaman. Maaf  aku sempat tertawa karena hal itu terdengar lucu. Saat mengerjakan tugas akhir tak satupun ku dengar dirimu tak sehat, tapi setelah wisuda dan dinyatakan lulus kamu malah terkapar tak berdaya. Mungkin kamu masih demam kampus mas, sebagian dari dirimu tak rela meninggakan Univ Jember yang kamu cinta.

Sudah cukup basa basinya, ini akan jadi bagian akhir suratku untukmu mas. Omo, terima kasih karena sudah selalu mengingatkan linda untuk selalu jadi pribadi yang lebih baik. Aku tak tau apa jadinya jika waktu itu tak kamu marahi habis-habisan karena aku menangis tak kunjung henti. Terima kasih karena sudah menjadi orang yang tetap mau medengarkan keluhanku ketika semua tak lagi mudah. Aku akan selalu menjadi Linda yang mas Galang inginkan. Linda yang tidak akan pernah menangis di depan teman-teman. Yang akan menjaga persahabatan kami agar tak akan pernah  putus di tengah jalan. Terus doakan Linda agar selalu kuat ya mas.

Aku harap mas Galang tak pernah bosan mempunyai adik-adik yang kurang ajar seperti kami berlima. Jangan lupakan kami di tempatmu yang baru ya mas. Kami menyayangimu, sangat menyayangimu.

Linda
juniormu yang masih suka minta beng-beng

Labels: ,



(( COMMENT HERE ))







Home About Friends eMail

Di tempat ini, aku menulis untuk bahagia dan sedihku yang tak bisa aku ceritakan padamu secara nyata. Aku memilih menyimpan ceritaku pada layar maya dan menikmatinya untuk diri sendiri.

Linda Purwati Halim
Banyuwangi-Jember
Indonesia

Criticism is mostly welcomed

Recent Updates

Leave Your Footprint
See your own Mesage here



Find me here




made with love, ayemrawi
edited by me ((lindaAP))