❝ We tell ourselves stories in order to live ❞

Wednesday, 17 May 2017 @ 21:12 0 comment[s]


Allah tak pernah janjikan langit selalu biru, jalan hidup tanpa batu, matahari tanpa hujan, kebahagiaan tanpa perjuangan. Tapi Allah janjikan kemudahan bersama kesulitan, rahmat dalam ujian, ganjaran buat kesabaran, keteguhan dalam perjuangan. Bukankah indahnya pelangi baru kita rasakan setelah turunnya hujan? (via achmadlutfi)
Akhir-akhir ini sering kali saya merasa apa yang telah saya kerjakan tak sebanding dengan apa yang saya dapat. Saya semakin merasa kian hari menjalani hidup semakin sulit. Setidaknya dari akhir tahun lalu saya selalu berfikir seperti itu, mungkin hari ini juga. Bagaimana semua cobaan itu datangnya berturut-turut hanya menyisakan sedikit ruang untuk saya bernafas untuk kemudian menghadapi cobaan lainnya. 

Terlebih dua bulan terakhir ini ketika saya berkutat dengan skripsi. Banyak sekali hal-hal di luar ekspektasi. Saya ingat sekali dua minggu sebelum seminar ketika saya merasa sangat insecure terhadap kemampuan saya sendiri. Apalagi tekanan dari beberapa orang yang tanpa sadar membuat semangat saya menjadi turun. Saya selalu menangis setiap malam saat itu, di jam-jam yang tak ada orang tau. Saya merasa sangat sendirian dimana saya merasa tidak ada seorangpun yang akan mengerti dan paham akan apa yang saya alami dan betapa tertekannya saya saat itu. 

Tetapi saya tahu Tuhan maha baik, Allah selalu memberikan kesulitan dan kemudahan dalam satu paket. Selalu akan ada orang yang tulus peduli kemudian memberikan semangat kepada saya bahwa semua masalah pasti ada akhirnya. Teman saya tersebut mengingatkan kembali bahwa Tuhan tak akan memberikan cobaan diluar kemampuan mahluknya. Bahkan saya masih ingat kata-kata yang yang seolah menampar saya yang tiada hentinya mengeluh mengenai dosen pembimbing yang tak bisa diajak kompromi. Katanya "Jangan pernah mengeluh pada sesuatu yang pasti ada ujungnya" karena ini bagian dari proses yang seharusnya dinikmati. 

Kemudian, saat saya mulai putus asa saya teringat kembali masa-masa sekolah saya dahulu. Bagaimana kerasnya saya berjuang dan berusaha untuk bisa masuk perguruan tinggi negeri. Saya yang menangis di depan Bapak, memohon agar diijinkan mengenyam pendidikan yang lebih tinggi. Saya yang harus berjuang kesana kemari mencari beasiswa untuk meringankan beban Bapak nantinya. Hingga saya tersadar cobaan yang saya alami saat ini adalah segala bentuk konsekuensi yang harus saya terima dan jalani atas pilihan-pilihan saya yang terdahulu. Saya harus bertanggung jawab dengan apa yang telah saya pilih ketika menginjakkan kaki di kota ini. Karena itulah akhirnya saya bisa bersyukur atas segala sesuatu yang terjadi belakangan ini.

Hingga saat ini dapat mengenyam pendidikan setinggi ini, kuliah di kampus ini adalah sesuatu yang harusnya saya syukuri. Saya percaya semua usaha dan kerja keras, tangisan saya setiap malam ini akan terlihat hasilnya. Saya hanya harus berikhtiar dan menunggu dengan sabar. Di lain waktu saya teringat apa yang selalu ibu ajarkan pada saya 'mengeluh dan bersyukur'. Mengeluhlah jika dirasa itu perlu, tapi jangan lupa untuk lebih banyak lah bersyukur untuk hidupmu. Karena dapat merasakan manis pahitnya hidup hingga saat ini adalah hal yang harus disyukuri. 

Tapi dari segala peristiwa yang telah saya alami belakangan ini saya tau bahwa Tuhan selalu ada, bahkan saat saya merasa sendirian. Saya hanya tak pernah menyadarinya. Mungkin saya memang masih perlu banyak belajar; bersabar dan besyukur.


21 Mei 2017
Linda



p.s Sebentar lagi Pak, Buk. Tolong jangan pernah lelah untuk selalu mendoakan putrimu yang sedang berjuang ini. Mengecewakan Bapak dan Ibu bukan pilihan yang akan Linda ambil, jadi bersabar ya Pak, Buk. Maaf harus membuat kalian menunggu. 



(( COMMENT HERE ))
Tuesday, 2 May 2017 @ 00:21 0 comment[s]


I'm sad
in the despair of my self agony.
When the sun passed by
and the darkness had interfered the sky,
I saw your retreating back
faded away in a distance.
And for long,
I've been living in the darkness
waiting in my bewilder feeling
waiting for your uncertain coming
as much as I may wish for
I should know
you never will.

Linda
Jember, 02 May 2017


(( COMMENT HERE ))
Sunday, 12 February 2017 @ 14:59 0 comment[s]


full team doing gaya rahma


Tulungagung, 12 Februari 2017
Hi ma,
Selamat pagi. Hari ini kami menghabiskan 7 jam perjalanan dari jember ke tulungagung untuk memenuhi janji mengunjungimu full team ber8. Selain itu, kami semua juga rindu kamu ma.


Ma, kamu seneng gak kita semua mengunjungimu? Menemui ayah, ibu dan saudara saudaramu. Kedua orang tuamu tenang sekali ketika melihat kedatangan kami. Namun tentu saja raut kehilangan masih tergambar jelas dalam diri meraka, kehilangan bungsu yang paling disayang memang tak semudah itu. Tapi beliau tidak menunjukan itu kepada kami ma, beliau tabah sekali. Kami hampir dibuat malu karena secengeng itu.

Makammu hari ini basah karena pagi ini Tulungagung sedikit hujan, karenanya pula kami jadi sedikit telat mengunjungimu dari waktu yang di perkirakan. Aku rasa tadi pagi kamu sedang bersama kami ya ma. Karena di depan makammu, tangis kami semua pecah secara bersamaan. Hanya panji dan raly yang terlihat menahan untuk tak ikut membuncahkan emosi mereka.

Kamu tau ma, aku tak tega melihat agam hari ini. Seseorang yang kamu sayang menangis tak tertahankan. Entah ma, mungkin karena aku tak pernah melihat ia seemosional ini. Ma, terkadang aku iri denganmu bisa disayangi sedemikian hebat olehnya. Tapi juga tak bisa aku pungkiri jika mengagumi hubungan kalian yang sederhana. Aku tak menyangka kalian akan berpisah sedemikian rupa. Seperti yang sering kali kamu katakan, sejatinya manusia tidak akan tahu takdir apa yang ada di depan mereka.

Dan sekarang kami pamit pulang dulu ya ma, kami harus kembali untuk menyelesaikan tugas kami di kota perantauan. Lain kali kami ber8 pasti akan mengunjungimu lagi. Entah kapan kita belum tahu pasti. Doakan kita ya ma untuk selalu kompak dan saling menguatkan. Kami menyayangimu.

Selamat jalan Rahma.

Linda

Labels: ,



(( COMMENT HERE ))







Home About Friends eMail

Di tempat ini, aku menulis untuk bahagia dan sedihku yang tak bisa aku ceritakan padamu secara nyata. Aku memilih menyimpan ceritaku pada layar maya dan menikmatinya untuk diri sendiri.

Linda Purwati Halim
Banyuwangi-Jember
Indonesia

Criticism is mostly welcomed

Recent Updates

Leave Your Footprint
See your own Mesage here



Find me here




made with love, ayemrawi
edited by me ((lindaAP))