Sunday, 31 January 2016

,

Bangau Kertas


Untuk bangau kertas

Aku tuliskan surat pertamaku ini padamu untuk kemudian akan kau ceritakan pada seseorang yang tak berani lagi kusebut namanya.

Ada kisah yang kurahasiakan dalam setiap lipatanmu dan berharap kamu terbang suatu saat nanti. Membiarkanmu terbang bebas tanpa pernah tau seberat apa beban yang kau bawa dalam setiap kepak sayapmu.

Kenyataannya, maafkan aku yang dua tahun ini tak pernah membiarkanmu terbang dan malah mengurungmu dalam sudut ingatan yang menyakitkan. Merantai kakimu dengan kenangan masa lalu yang tak lagi sejalan dengan kenyataan.

Namun berbahagialah, hari ini aku siap melepasmu untuk sebuah rumah baru yang akan kau tinggali hingga kau tua nanti. Dan suatu saat nanti aku akan tersenyum seceria ini saat takdir mempertemukan kita lagi, aku janji.

Selamat tinggal.



Bangau kertas warna merah yang kuberikan untukmu, masihkah kau simpan? Tak apa jika sudah kau buang. Karena tak ada artinya menyimpan suatu kenang yang menyakitkan apalagi hanya sebuah bangau kertas yang tak mampu terbang.

Share:
Read More

Saturday, 12 December 2015

,

obrolan absurd

"loh mbaknya mau kemana mbak?"

"saya mau ke Jogja bu, Ibunya turun mana?"

"oalah, saya juga turun Jogja, saya kira sama masnya yang tadi"

"ndak bu, dia turun di stasiun tadi, rumahnya 30 menit dari situ katanya"

"oalah beda tujuan"

"iya cuma sekereta ini bu"

"mbaknya suka banget ya sama masnya?"

"eh, kenapa memang bu?"

"tadi saya perhatiin waktu masnya tidur mbaknya liatin terus sambil senyum"

"hhaha gak tau bu, saya gak pernah liat dia tidur sebelumnya jadi ya saya liatin aja, lucu tidurnya"

"hati-hati kepincut mbak"

*kemudian hening*



7 Desember 2015
Dalam kereta sritanjung perjalanan menuju Jogja.
Share:
Read More

Monday, 9 November 2015

Don't Smile

Don't smile
it's a disaster
there's thunder storm inside my lungs
but bunch of joy flooding my artery

Don't smile
it's a poison
overwhelming
as aconitum kills the bug

because your smile
my world has fallen down
and my body has melted in the floor

but, smile
everything just seems
will be fine.


8 October 2015 | 10.17
For you who merely smile.
It is part of yours that i love the most. I trust your smile that makes me believe everything will be alright.  In your smile, i know who you are.
Share:
Read More

Sunday, 1 November 2015

How do I love thee?

How do I love thee? Let me count the ways.
I love thee to the depth and breadth and height
My soul can reach, when feeling out of sight
For the ends of Being and ideal Grace.
I love thee to the level of everyday's
Most quiet need, by sun and candle-light.
I love thee freely, as men strive for Right;
I love thee purely, as they turn from Praise.
I love thee with the passion put to use
In my old griefs, and with my childhood's faith.
I love thee with a love I seemed to lose
With my lost saints – I love thee with the breath,
Smiles, tears, of all my life! – and, if God choose,
I shall but love thee better after death.

by Elizabeth Barett Browning
Share:
Read More

Wednesday, 28 October 2015

,

isyarat punggung

Aku menghela nafas. Kisah ini semakin berat membebani lidah. Aku sampai di bagian bahwa aku telah jatuh cinta. Namun orang itu hanya mampu kugapai sebatas punggunya saja. seseorang yang cuma sanggup kuhayati bayangannya dan tak akan pernah kumiliki keutuhannya. Seseorang yang hadir sekelebat bagai bintang jatuh yang lenyap dari bingkai mata sebelum tangan ini sanggup mengejar. Seseorang yang hanya bisa kukirimi isyarat sehalus udara, langit, awan atau hujan. Seseorang yang selamanya harus dibiarkan berupa sebentuk punggung karena kalau sampai ia berbalik niscaya hatiku hangus oleh cinta dan siksa.

-Hanya Isyarat
oleh Dee dalam Rectoverso.
Kupersembahkan untuk kamu yang mulai menjauh, maaf.
Share:
Read More