❝ We tell ourselves stories in order to live ❞

Sunday, 21 June 2015 @ 00:43 0 comment[s]


   Senin 27 April 2015 sekitar pukul 10.20 pagi. Sebut saja aku bertemu dengan salah seorang teman satu fakultas yang aku kenal dari kelas ISBD 09. Seingatku hari itu aku cukup moody karena efek dari tamu bulanan. Aku duduk di bangku taman kampus, sendirian, berusaha menyelesaikan tugas yang sebelumnya lupa aku kerjakan. Ditengah-tengah kesibukanku itu tak sengaja dia melewatiku, sepertinya akan pulang tapi tak lupa dia juga menyapaku, mungkin hanya sekedar basa-basi. "Semangat ya, aku pulang dulu" katanya. Kemudian dia berlalu bersama teman-temannya.  Aku hanya mengiyakan dengan senyuman karena aku tak mengenalnya dengan baik.

   Kemudian saat kelas berakhir sekitar pukul 12.40, tanpa sengaja aku bertemu dengannya lagi didepan kampus, dibawah pohon yang tidak begitu meneduhkan. Suatu keharusan untuk menyapa seseorang yang dikenal bukan?. Begitupun aku. Setelah sapaan klise itu dia malah memintaku untuk menemaninya menunggu. Biar aku ulang "menunggu". Siang itu panas, kelakukan seseorang sudah cukup membuatku ingin pulang. Tapi permintaanya membuatku mengurungkan niat untuk segera pulang, aku tak tega melihatnya yang sepertinya 
cukup lama menunggu sendirian. Kubelokan motorku sejajar dengannya berlanjut dengan percakapan sederhana. Memang tidak spesial dan agak membingungkan tapi sangat berarti. Setidaknya dalam percakapan beberapa menit itu aku tau dia tidak sekaku itu walaupun saat itu aku tau ia terlihat kebingungan mencari topik pembicaraan. Saat di jalan pulang pun aku sempat berpikir bahwa dia baik, bisa dibilang tidak jelas tapi sangat menyenangkan.


p.s. Yaampun ini curhatan macem apasih. Pertama buka catatanya agak jijik sama tulisan sendiri sih. Niatnya catatan ini mau di hapus tapi setelah dibaca ulang walaupun tulisanku agak acak-acakan tapi masih bisa membuatku senyum gak jelas. Yaudahlah ya di-post di blog biar awet.


0 Comments:

Post a Comment








Home About Friends eMail

Di tempat ini, aku menulis untuk bahagia dan sedihku yang tak bisa aku ceritakan padamu secara nyata. Aku memilih menyimpan ceritaku pada layar maya dan menikmatinya untuk diri sendiri.

Linda Purwati Halim
Banyuwangi-Jember
Indonesia

Criticism is mostly welcomed

Recent Updates

Leave Your Footprint
See your own Mesage here



Find me here




made with love, ayemrawi
edited by me ((lindaAP))