❝ We tell ourselves stories in order to live ❞

Saturday, 29 July 2017 @ 23:43 0 comment[s]


Kemarin hujan warnanya biru
sepertinya juga kelabu
menurutnya hujan warna warni
karna ia sering kali melintasi.
Kadang ia bermimpi jadi bunga matahari
mekar pagi
kuncup senja
apa kata sang matahari.
Bukankah manusia juga
mengikuti apa yang dikehendaki pencipta
tapi matahari tidak mencipta bunga.
Aku bingung.
Tuhan,
Apa tidak ngantuk?
Tuhan,
Apa tidak capek?
Tuhan,
Aku ingin naik balon udara
ingin melihat hujan yang ia lihat
tapi jadi pelikan juga tak apa
terbang bersamanya
atau jadi ikan
Melihatnya sebal di pinggir kolam.
Tuhan, pernah lelah tidak?
Rasanya banyak sekali keluhan
Tuhan, kenapa tidak menyenangkan semua orang?
Rasanya rasa nelangsa makin bersarang
Tuhan, bisa minta bantuan?
Biarkan segala perasaan dan rasa sakit ini ditelan lindap
Tuhan, bunga mataharinya lelap.


0 Comments:

Post a Comment








Home About Friends eMail

Menulis puisi dan cerita fiksi.

Linda Purwati Halim
Banyuwangi-Jember
Indonesia

Criticism is mostly welcomed

Recent Updates

Leave Your Footprint
See your own Mesage here



Find me here




made with love, ayemrawi
edited by me ((lindaAP))